Contoh Naskah Drama 4 Orang

Naskah drama merupakan hal utama yang harus di buat ketika kita akan melakukan sebuah pementasan drama sebab, dengan adanya naskah drama alur cerita, penokohan, latar tempat, latar waktu semuanya jelas. Sehingga kita bisa terfokus pada poin-poin tersebut dan pesan yang akan kita sampaikan pun bisa dengan mudah diterima oleh audiens atau penonton. Nah, bagi pemula, yang ingin membuat naskah drama, anda bisa melihat contoh naskah drama 4 orang, 5 orang, 6 orang dan seterusnya supaya bisa memudahkan atau memberi gambaran bagi anda yang ingin lancar dalam membuat naskah drama.

Lihat juga: contoh naskah drama percintaan, teks drama lucu, dialog drama anak sekolah, contoh drama kelas

Dalam membuat sebuah naskah drama, tidak hanya ide saja yang harus menarik akan tetapi penokohan, perwatakan, alur cerita jelas, latar tempat serta waktu juga harus menjadi poin yang penting untuk di perhatikan agar poni-poin tersebut mempunyai keterikatan yang harmonis. Nah, berikut adalah contoh naskah drama 4 orang, yang berisi tentang seseorang pelajar yang hidupnya gemar berfoya-foya.

Skenario Drama:

1. Tema Drama: Pemborosan
2. Ritma Cerita Drama:
I) Exposisi: Adam
                    : Ryan
                   : Wisnu
                   : Pria

I) Permasalahan
Adam yang selalu menghambur-hamburkan uangnya untuk membeli sesuatu yang tidak terlalu bermanfaat.

II) Komplikasi
Ryan yang selalu mengajak Adam untuk selalu nongkrong dan selalu memanfaatkan kondisi keuangan Adam.

III) Catatan I
Wisnu, murid sederhana yang terkadang menjadi korban ketidak sewenangan mereka.

IV) Catatan II
Pria, teman yang selalu menyadarkan mereka jika terjadi perselisihan.

V) Kesimpulan
Akhirnya Adam dan Ryan sadar bahwa hidup boros selain melukai seseorang juga akan membuat mereka menyesal di kemudian hari.

3. Karakter
a. Protagonis: Wisnu
b. Antagonis: Adam dan Ryan
c. Tritagonis: Pria
4. Latar
a. Tempat

Di dalam kelas

b. Waktu

Siang hari (pas istirahat)

c. Sosial
Adam tidak peka terhadap lingkungan sehingga di betindak sesuka hati dengan uang yang dimilikinya.

Naskah Drama

Masih dalam suasana istirahat, wisnu tengah asik belajar membaca buku di dalam kelas. Kemudian, datanglah seorang teman yang gaya hidupnya cukup jauh berbeda dengan Wisnu yaitu Adam. Mereka pun asik dalam pembicaraan.

Adam : baca buku mulu lu....ngga bosen apa di kelas terus
Wisnu : ya, mau gimana lagi, gw kan ngga kebeli buku jadi satu-satunya cara ya.. minjem ke perpus
Adam : tapi ngga harus ngorbanin waktu istirahat lu juga kali...
Wisnu : Nah, lu sendiri kenapa kemari, kan di kantin banyak makanan
Adam : ah, gw bosen makanannya itu-itu mulu, mending maen gadget
Wisnu : oh, gitu....enak ya jadi lu
Adam : sok tau lu..
Wisnu : ia..kl gw perhatiin segala yang lu butuhkan semua bisa terpenuhi, seperti smartphone, mobil, laptop, Ipod dan lainnya
Adam : ya...gimana ya..habisnya orang tua gw selalu nurutin apa yang gw pinta, secara orang tua gw pengusaha (sambil asik maen gadget)
Wisnu : emang ngga ada ke inginan gitu dalam hidup lu membantu orang lain yang membutuhkan, kan bisa tuh, sisa uang jajan lu di sisihkan buat mereka
Adam : ah, sok ngajarin lagi lu...
Wisnu : ya ngg gitu....cuman ngasih saran aja
Dalam keadaan keduanya asik mengobrol di dalam kelas, datanglah Ryan, teman adam yang selalu menghasut untuk selalu menghabiskan waktu bermain seperti nongkrong di mall, nonton bioskop, belanja, dan lainnya.
Ryan : tumben lu dam...istirahat di kelas
Adam : biasa...nyari suasana baru..hehe
Ryan : kayanya gw liat....lagi akur nih sama si wisnu...(senyum)
Adam : biasa lah nih anak...sok ngajarin gw
Ryan : widih...ngajarin apaan emangnya..
Adam : di suruh nabung, trus uang tabungannya di bagiin ke yang ngga mampu kaya dia gitu
Ryan : wah..itu sih ke enakan dia (sambil tertawa)
Wisnu : ya...saya kan hanya sekedar ngasih saran saja, urusan mau atau ngga nya itu terserah adam.
Ryan : sudah, jangan urusin kehidupan kita, urusin aja hidup lu, kenapa hingga saat ini lu ngga mampu seperti kami (nada sinis)
Adam : dengerin tuh apa kata sahabat gw...Ryan (sambil tos)

Sepuluh menit menjelang waktu masuk tiba, datanglah pria sahabat wisnu sambil membawa makanan siomay untuk diberikan kepada wisnu teman sebangkunya.

Pria : wah...ada apa ini kayanya seru bener ngobrolnya...tumben kalian istirahat di kelas (tanya pria kepada adam dan ryan)

Ryan : terserah kita dong...mau istirahat di mana aja

Pria : ya terserah, ngga ada yang larang, cuman kelihatannya aneh aja
Adam : urusin tuh temen lu....

Pria : kenapa dengan wisnu?

Ryan : gini loh, si wisnu udah nyuruh sahabat sejati gw buat nyumbangin sisa uang jajannya, ya...adam ngga mau lah,,

Pria : kaya gitu aja dipermasalahin, niat wisnu kan baik sebagai temen, ya..ada baiknya saling mengingatkan

Ryan : ah...lu sama aja kaya dia....sukanya ngemis ya..(emosi)

Wisnu : astagfirullah...sabar (dalam hati)

Pria : oh ia nu...nih ada makanan buat lu
Wisnu : wah makasih banyak teman....(senyum)

Ryan : tuh kan bener...pasti ngemis-negemis minta di beliin ke pria...( sambil tertawa)

Pria : maaf ya...wisnu bukan teman yang seperti itu...

Adam : kalu gitu temen seperti apa dong....(tertawa)
Dan merekapun asik beradu argumen mempertahankan apa yang menurut mereka benar. Akan tetapi, dalam obrolan tersebut, adam mulai sedikit terbuka bahwa gaya hidup yang selama ini ia jalani tidak mencerminkan seseorang yang simpati maupun empati kepada lingkungannya.

Pria : temen yang baik adalah temen yang selalu mengajak kepada kebaikan, teman yang selalu mengingatkan jika temannya melakukan kesalahan, teman yang menjadi inspirasi bagi teman-teman lainya. Itulah Wisnu...

Ryan : hmmm...lebay lu..

Pria : sebagai makhluk sosialisasi yakni saling membutuhkan satu sama lain, pastinya kita tidak bisa hidup sendiri, pasti suatu saat membutuhkan bantuan orang lain.

Ryan : wah...banyak omong juga nih anak

Pria : apalagi jika kita di titipkan rejeki yang banyak oleh Tuhan, apakah kita tidak malu jika uang titipan tersebut kita habiskan dengan hal-hal yang tidak perlu, bahkan dalam harta kita ada 2,5 % harta mereka yang ada pada kita.

Wisnu : sudahlan pria, percuma ngomong sama mereka

Adam : berarti yang selama ini gw lakuin salah di mata kalian

Pria : ngga ada yang salah, akan tetapi ada baiknya kita memikirkan juga kepentingan orang lain ketimbang harus memenuhi nafsu serta hasrat kita. Ada baiknya kita bisa hidup lebih sederhana supaya terhindar dari sifat sombong

Adam : berarti gw selama ini sombong?

Wisnu : dengan sikap lu yang sekarang kelihatannya seperti itu

Ryan : ah...lu dam mau aja di ceramahin sama mereka, mending kita ke kantin yuk...
Pada saat itu pula adam pun mulai berpikir bahwa yang selama ini yang ia lakukan telah membuat dirinya di cap sombong oleh teman-temannya. Dan akhirnya, adam tersadar kemudian langsung minta maaf kepada Pria dan Wisnu terutama, sedangkan Ryan masih belum menyadari kesalahannya.

Adam : ia juga ya...kalau begitu gw minta maaf yan nu, terima kasih juga buta pria yang udah nyadarin gw.

Dan akhirnya, mereka bertiga saling berpelukan, dan tak lama bel masuk pun berbunyi...kriiinggg...kringgg...kring...

Nah, contoh naskah drama diatas merupakan contoh naskah drama 4 orang yang bisa anda jadikan referensi menulis. Semoga, contoh naskah tersebut bisa menginspirasi anda untuk membuat naskah drama yang luar biasa, lebih menarik, dan mampu diterima oleh masyarakat dari pesan yang terkandung dalam drama yang akan anda buat. Selamat menikmati, dan menulislah dengan hati.
loading...
Referensi contoh naskah drama » contohskripdrama.blogspot.com

Post title: Contoh Naskah Drama 4 Orang
Written by: Lika Amalia

Apabila Anda ingin copy-paste artikel, dimohon dengan sangat untuk menyertakan link yang menuju ke laman artikel Contoh Naskah Drama 4 Orang ini.

Jika artikel diatas bermanfaat, silakan like/bagikan dengan teman Anda di social media dengan menggunakan widget share dibawah ini.

1 Response to "Contoh Naskah Drama 4 Orang"

  1. Kurang menarik
    Endingnya kurang berkesan

    BalasHapus

Silakan tinggalkan komentar / pesan!

- Dilarang meninggalkan link aktif pada kolom komentar.
- Dimohon untuk tidak melakukan spam
- Berkomentarlah secara etis
- Mohon maaf apabila kami tidak sempat membalas komentar Anda
- Terimakasih atas komentar Anda yang bernilai

close