Contoh Dialog Drama Untuk 11 Pemain

Naskah drama 11 orang pemain pastinya membutuhkan waktu dalam proses pengerjaannya. Meskipun teks dialog drama untuk 11 orang pemeran tidak harus berupa skenario drama panjang, namun dengan jumlah pemeran sebanyak 11 orang tentunya membutuhkan waktu dalam penyusunannya jika dibandingkan dengan penulisan drama dengan jumlah pemain 4 orang atau 5 orang.

(tunggu update contoh naskah drama 11 orang)

Baca contoh drama berikut ini:

Update

Contoh Naskah Drama Untuk 11 Orang

Membuat sebuah cerita yang diperankan oleh banyak tokoh terbilang cukup sulit. Mengapa? Karena setiap tokoh memiliki peran dan karakter yang berbeda sehingga harus dipikirkan secara matang. Pembagian dialog masing-masing tokoh harus pas supaya nilai-nilai cerita yang ingin ditampilkan dapat diterima dibenak siapa saja yang menyaksikan. Seperti contoh naskah drama untuk 11 orang di bawah ini yang menunjukkan berbagai macam peran dalam satu buah cerita.

Sekolah yang notabene sebuah tempat untuk menuntut ilmu bisa menjadi sarana untuk bersosialisasi dan memperbanyak teman, seperti halnya SMP Putri Mulia sekolah khusus perempuan di mana si kembar Rona dan Mona belajar. Namun tak seperti kebanyakan anak kembar pada umumnya, mereka memiliki sikap yang berbeda. Bahkan teman-temannya tidak menyadari bahwa Rona dan Mona merupakan saudara kembar karena fisik mereka tidak identik kembar.

Judul

“Good Rona, Bad Mona”

Tema

Pentingnya menjaga tali persaudaraan.

Latar Tempat

SMP Putri Mulia

Tokoh dan Karakter

Rona :Baik hati
Mona :Licik
Orang Tua Rona dan Mona
- Mama :Penyayang
- Papa :Bijaksana
Bu Gia :Adil (Guru Kesenian)
Teman Rona:Baik hati
- Tala
- Fasya
- Kinan
Teman Mona:Licik
- Syila
- Mei
- Olla

Naskah Drama

Suatu hari setelah lonceng berbunyi, siswi SMP Putri Mulia bergegas masuk ke kelas masing-masing.

Bu Gia :Anak-anak, hari ini Ibu akan membagi kalian menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4 orang dan harus mengerjakan tugas yang sudah Ibu tentukan.

Setelah mengumumkan pembagian kelompok, Rona menjadi ketua dalam Grup 1 bersama Tala, Fasya dan Kinan. Sedangkan Mona tergabung dalam Grup 2 bersama Syila, Mei dan Olla yang telah menjadi sahabatnya sejak awal masuk sekolah.

Bu Gia :Oke, untuk masing-masing kelompok memiliki tugas yang sama, yaitu mengerjakan sebuah lukisan dengan tema yang bebas. Apa ada pertanyaan?
Rona :Bu, batas akhir pengumpulan tugasnya kapan ya?
Bu Gia :Hari ini di akhir pelajaran nanti.
Mona :Dapet hadiah ga Bu? Hahaha males banget bikin lukisan ga ada keuntungannya.
Tala :Mon, kamu ga sopan banget sama Bu Gia, ayo minta maaf.
Syila :Eh jangan ikut campur deh, Tal!
Bu Gia :Sudah, sudah jangan diributkan. Oh ya Ibu lupa belum menjelaskan bahwa kelompok dengan lukisan terbaik akan mendapat trophy dan hadiah menarik yang masih dirahasiakan. Ketua grup juga akan mendapat reward special.
Mona :Asik, gitu dong Bu. Grup 2 pasti menang! Iya kan guys?
Mei :Ya iyalah Mon, secara kita seleranya tinggi, ga kayak grup yang lain. Hahaha.
Bu Gia :Sudah, tunjukkan saja kemampuan kalian maisng-masing dan jangan lupa kerjasama harus kompak ya.
Semua :Iya Buuu…

Kemudian, Rona dan teman-temannya membahas konsep lukisan seperti apa yang akan dibuat, begitu pula dengan Mona dan kawan-kawan.

Rona :Menurut kalian, seandainya tema lukisan kita tentang potret keluarga bahagia gimana?
Fasya :Aku setuju, Ron soalnya tema pemandangan pasti udah banyak diambil grup yang lain.
Kinan :Iya bener, tema keluarga kan jarang banget digambarkan ke dalam sebuah lukisan.
Tala :Aku juga setuju, terus backgroundnya sebuah rumah sederhana gitu pasti bagus deh hasilnya.
Rona :Oke kita harus buat semaksimal mungkin, ya. Kemenangan bukan hal utama tapi yang penting kita harus tampilkan yang terbaik. Oke??!!
Grup 1 :Okeee!!!

Sengaja mendengar pembicaraan Grup 1, ide licikpun tercipta di benak Mona.

Mona :Guys, Rona punya ide bikin lukisan tentang keluarga bahagia gitu, gimana kalo kita bikin yang mirip-mirip kayak mereka? (sambil berbisik)
Olla :Yakin lo, Mon? Nanti kalo bikinan kita lebih jelek gimana?
Syila :Duh please deh Olla, masa lo ga ngerti maksud Mona sih? Biarin aja lukisannya beda dikit, yang penting tema dan konsepnya sama. Jadi kalo mereka yang menang, kita bisa klaim kalo Grup mereka curi ide kita.
Mona :Nah itu dia maksud gue.
Olla :Oh gitu ya, ih Syila pinter banget.
Syila :Iyalah gue gituloh.
Mei :Oke, gua setuju banget. Dan gua jamin kita pasti menang!
Mona :Yup, semangat girls! Hahahaha.

Hari itupun berlalu, semuanya menanti hasil penjurian Bu Gia.

Bu Gia :Oke anak-anak, setelah Ibu lihat semua karya kalian sangat bagus dan menarik. Tapi hanya ada satu grup yang menjadi pemenangnya, yaitu… Grup 1, selamat Rona, Tala, Fasya dan Kinan kalian menjadi pemenangnya.
Mona :Ga bisa gitu Bu, coba Ibu perhatikan, lukisan mereka mirip dengan lukisan grup saya. Pasti ada kecurangan Bu!
Bu Gia :Apa benar itu, Rona?
Rona :Tidak, Bu. Kami tidak melakukan kecurangan sedikitpun.

Saking geramnya dengan sikap Mona, akhirnya Tala, Fasya dan Kinan terpancing emosi sehingga terjadi perdebatan dan perselisihan antara kedua grup tersebut.

Bu Gia :Sudah cukup! Ibu akan memanggil orang tua kalian besok atas kegaduhan dan kekacauan ini.
Rona :Tapi Bu…
Bu Gia :Tidak ada pengecualian!

Keesokan harinya, kedua orang tua Rona dan Mona datang ke sekolah dengan panik dan kecewa. Di samping itu, Tala, Fasya, Kinan, Syila, Olla dan Mei terkejut karena mengetahui bahwa Rona dan Mona memiliki orang tua yang sama.

Papa :Rona, Papa kecewa sama kamu. Kenapa kamu sampai berbuat licik seperti ini?
Rona :Aku berani sumpah Pa, aku ga berbuat seperti itu. (sambil menangis)
Mama :Sudah Pa, mungkin hanya salah paham saja antara Rona dan Mona.

Tak tega melihat Rona dimarahi sang Ayah, Olla akhirnya berinisiatif membeberkan kejadian sebenarnya pada Bu Gia di hadapan semua orang bahwa kelompoknya yang telah mencuri ide Rona. 

Mona :La, lo mau jebak gue ya?
Olla :Maaf Mon, aku ga tega lihat Rona disalahkan atas perilaku kita.
Papa :Mona, kamu sadar kan bahwa perbuatan kamu ini salah?
Mona :Maaf Pa. Aku cuma pengen Papa dan Mama bangga sama aku, sama seperti Rona. Aku ga suka dibanding-bandingkan dengan Rona. Rona memang segalanya untuk Papa dan Mama.
Mama :Mona, kamu dan Rona sama saja di mata Mama dan Papa, sayang.
Rona :Iya Mon, kita saudara. Bahkan saudara kembar. Sama sekali ga ada niatan aku buat bikin Mama dan Papa lupain kamu. Kita semua sayang sama kamu, Mon.
Bu Gia :Oke semuanya kan sudah jelas, sebaiknya kita saling bermaafan dan menjadikan hal ini sebagai pelajaran untuk kita semua karena persaudaraan sangat berarti di atas segalanya.

Dengan penuh haru, akhirnya Mona meminta maaf atas perilakunya kepada Rona. Begitu pula dengan teman-teman yang lain. Papa dan Mama juga sepakat untuk tidak lagi membedakan keduanya sehingga tidak ada perselisihan dan kesalahpahaman yang terjadi untuk kedua kalinya.

Itulah salah satu contoh naskah drama untuk 11 orang yang menggambarkan masing-masing tokoh dengan pembagian dialog dan peran dalam sebuah cerita.
loading...
Referensi contoh naskah drama » contohskripdrama.blogspot.com

Post title: Contoh Dialog Drama Untuk 11 Pemain
Written by: Lika Amalia

Apabila Anda ingin copy-paste artikel, dimohon dengan sangat untuk menyertakan link yang menuju ke laman artikel Contoh Dialog Drama Untuk 11 Pemain ini.

Jika artikel diatas bermanfaat, silakan like/bagikan dengan teman Anda di social media dengan menggunakan widget share dibawah ini.

0 Response to "Contoh Dialog Drama Untuk 11 Pemain"

Posting Komentar

Silakan tinggalkan komentar / pesan!

- Dilarang meninggalkan link aktif pada kolom komentar.
- Dimohon untuk tidak melakukan spam
- Berkomentarlah secara etis
- Mohon maaf apabila kami tidak sempat membalas komentar Anda
- Terimakasih atas komentar Anda yang bernilai

close