Contoh Naskah Drama Tentang Pendidikan

Semakin berkembangnya zaman, membuat nilai-nilai dalam masyarakat kita juga mengalami pergeseran. Hal ini tentunya menjadi sebuah hal yang cukup sulit, sebab memiliki dua sisi yang berlawanan selain memberikan manfaat pengetahuan yang lebih luas. Namun juga memiliki efek yang buruk untuk kalangan tertentu. Meskipun demikian harapan terbaik harus tetap ada, salah satunya ialah dengan berusaha memberikan pembelajaran yang terbaik.

Pembelajaran bisa dimulai dari rumah, sekolah, dan lingkungan kerja. Bagi anda yang memiliki kesukaan membuat naskah drama yang memiliki nilai kehidupan, berikut contoh naskah drama tentang pendidikan yang bisa anda jadikan inspirasi.

Contoh naskah drama:

Tema : Pendidikan
Judul : Seminar Pendidikan
Pemeran:
- Ustad Fatan
- Jia
- Kharisma
- Panitia Seminar

Naskah Dialog Drama:

Suatu hari, Jia berlari di sepanjang aula kampus yang cukup padat oleh sekumpulan mahasiswa sebab merupakan jam pergantian mata kuliah. Saat ia melihat sahabatnya, maka ia pun senang bukan kepalang. Sebab tidak sia-sia ia berlari sepanjang lorong aula, saat menemukan apa dan siapa yang dia cari.

Kharisma: “Kamu kenapa kok berlari seperti atlit lar jarak dekat begitu?”
Jia: “ Ya, mencari kamu siapa lagi? Mau kasih ini..”

Seketika Jia menyodorkan selembar brosur dengan cetakan kertas CTS yang memiliki beragam warna serta tulisan yang terlihat sangat menarik. Kharisma segera mengambil brosur cerah tersebut, dan mencoba memahami apa informasi yang diberikan oleh selembar kertas tersebut.

“Seminar Membuat Belajar Selezat Coklat”, seperti itulah kalimat pertama yang etrtera dalam selembar kertas penuh warna tersebut.

Kharisma:”Kapan ini?”
Jia:”Yah, disitu kan sudah ada jadwalnya, di ruang mana, dan pembicaranya siapa..”
Kharisma:”Iya, disini tertulis Ustad fatan Fabtastic sebagai pembicara. Tapi aku baru kenal dengan nama ustad ini.”
Jia:”Iya, beliau penulis asal Yogyakarta, bukunya udah diterbitkan hingga 3 kali loh. Bahkan sudah dipasarkan ke Malaysia.”
Kharisma:”Wah.. hebat, penulis kita sekarang sudah banyak yang go Internasional..”
Jia:”Mau ikut gak? Itu biaya HTM Cuma 5000 perak loh...”
Kharisma:”Ok..”

Akhirnya mereka mengunjungi stand tempat para panitia acara seminar sekaligus bedah buku tersebut.

Panitia:”Selamat siang, ada yang bisa dibantu mbak?”
Jia:”Ada mas, ini kita berdua mau mendaftar acara jumat pagi besok itu.”
Panitia:”Oh.. iya mbak, HTM Rp 5000 bisa dibayar sekarang atau bisa juga pas hari H, terserah mbak berdua saja”
Kharisma:”Sekarang saja mas, daripada kepikiran gak bisa tidur..”

Panitia tertawa mendengar kelakar tersebut, begitu juga dengan Jia. Usai melakukan pembayaran akhirnya mereka berdua menerima kupon undian dan kuitansi pembayaran lunas. Tinggal menunggu hari jumat besok.

Kharisma:”Firasatku acara besok bakal seru..”
Jia:”Begitu juga denganku..”

Mata kuliah terakhir terasapanjang dan membosankan, Kharisma menyadari akan hal tersebut namun urung untuk menunjukkan ketidak antusiasnya. Sebaliknya dengan Jia, dia tidak malu menunjukkan rasa ngantuknya dengan menguap selebar-lebarnya. Memang begitulah wataknya yang kurang antusias dengan pelajaran, buntutnya setiap nilai akhir semester kalau tidak jeblok ya menyedihkan.

Jumat pagi akhirnya tiba, Kharisma dan Jia sudah bersiap-siap naik ke lantai tujuh kampus mereka untuk mengikuti seminar dan bedah buku tersebut. menjadi peserta pertama ternyata memang tidak terlalu buruk. Setelah 45 menit menunggu akhirnya acra dimulai, dibuka oleh panitia yang sekaligus sebagi moderator. Saat yang ditunggu tiba ustad fatan Fantastic akhirnya naik ke podium. Kharisma mendongak dan mengamati sang Ustad yang sekaligus sebagai pembicara.

Kharisma:”Orangnya kecil ya ternyata, tapi kecil cabai rawit..”
Jia:”Mantap memang..!”
Pembukaan dari moderator usai, dan kini sang Ustad mulai mengambil alih acara.
Fatan:”Anda semua pasti bertanya-tanya, bagaimana seorang yang sekecil saya bisa ada disini. Tidak lain adalah karena usaha keras untuk terus beljar dan berusaha.”
Fatan:”Saat masih kuliah, saya sebetulnya bukan mahasiswa dengan otak yang encer. Prestasi akademik saya biasa-biasa saja, namun nilai saya selalu bagus. Menurut anda kenapa bisa begitu?”
Panitia:”Bagi ilmunya pak kepada adik-adik ini..”
Fatan:”Ilmu saya sederhana, rajin bertanya.”
Kharisma:”Bagaimana bisa pak? Kalau bertanya kan belum tentu bisa menjawab soal ujian dan tugas selesai dengan baik...?”
Fatan:”Memang, namun saya tergolong siswa yang aktif. Setiap saya mulai mengantuk terutama untuk mata kuliah penuh teori. Setiap mata mulai terasa berat, saya acungkan jari saya. Bukan karena ingin izin ke toilet membasuh muka..”

Semua peserta dan panitia tertawa serempak.

Fatan:”Namun, karena untuk menghilangkan kantuk yang menyerang. Suatu ketika saat mengerjakan test ujian, solanya seprti yang saya tanyakan. Saya tidak sempat mempelajari bab tersebut, namun tahu jawabannya. Karen apernah menanyakan hal berkaitan materi tersebut.”
Jia:”Wah, boleh dicoba Ustad..”
Fatan:”Saya hindari pula kebiasaan menyontek, sebab menyontek itu termasuk dosa. Saya kan malu, jika saya masuk ke neraka. Kemudian ditanyai penghuni neraka lain, ‘kenapa bisa masuk neraka?’ saya jawab ‘karena menyontek’. Itu kan jawaban yang tidak keren, tidak bonafit. Maka saya mulai mengejar surga dengan langkah kecil. Belajar semampunya dan menghindari menyontek. Hasilnya saya bisa lulus tepat waktu, meskipun bukan yang terbaik. Saya bisa berprestasi meskipun bukan yang tersukses. Itulah hidup!”

Tepuk tangan riuh membahana di setiap sudut ruang seminar tersebut, ditambah pidato yang sangat membangun dan menggugah. Manakala buku yang dikarang oleh Ustad Fatan berisi cara belajar dengan mudah, agar terasa nikmat setiap membuka buku. Isinya pun sangat menarik untuk terus dibuka ke halaman selanjutnya, dengan bahasa yan ringan dan familiar untuk anak muda.

Tanpa terasa acara seminar dan bedah buku pun sampai di akhir acara, sang panitia yang merangkap sebagai moderator pun memberikan penutup. Kemudian sampailah di acara pembagian doorprize dari pihak panitia dan sponsor acara ini.

Panitia:”Di tangan saya terdapat tiga tas bersisi jilbab yang cantik. Untuk hadiah pertama ini kami berikan kepada peserta yang datang paling awal. Mbak yang memakai jilbab biru silahkan maju!”
Kharisma merasa kaget, sebab saat mengatakan jilbab biru panitia menatap ke arahnya dan saat ia meminta konfimasi. Sang panitia memberikan anggukan.

Kharisma:”Terima kasih mbak..”
Panitia:”Iya, semoga jilbabnya suka.”
Kharisma:”Pasti saya suka mbak, dan akan terus saya pakai sebagai ucapan terima kasih yang tidak terkira.”

Akhirnya setiap hadiah terbagi rata untuk beberapa peserta yang beruntung di hari jumat penuh berkah ini. ada yang mendapatkan jilbab, buku gratis, aneka kerajinan, baju koko, dan baju gamis, dll. Sungguh nikmat lebih dalam acara satu ini!

Contoh naskah drama lainnya:


Demikianlah contoh naskah drama tentang pendidikan, yang mengajarkan kita bahwa untuk mendapat nilai yang bagus. Tidak selalu dengan memberikan jawaban yang tepat saat test ujian di sekolah. Dengan selalu antusias dalam setiap pelajaran, tidak pernah absen membuat kita bisa memiliki nilai yang bagus. Anda yang memiliki prestasi akdemik yang di bawah rata-rata bukanlah akhir dari prestasi anda. Sebab memiliki semangat juang juga menjadi kunci kesuksesan!

Referensi contoh naskah drama » contohskripdrama.blogspot.com

Post title: Contoh Naskah Drama Tentang Pendidikan
Written by: Lika Amalia

Apabila Anda ingin copy-paste artikel, dimohon dengan sangat untuk menyertakan link yang menuju ke laman artikel Contoh Naskah Drama Tentang Pendidikan ini.

Jika artikel diatas bermanfaat, silakan like/bagikan dengan teman Anda di social media dengan menggunakan widget share dibawah ini.

0 Response to "Contoh Naskah Drama Tentang Pendidikan"

Posting Komentar

Silakan tinggalkan komentar / pesan!

- Dilarang meninggalkan link aktif pada kolom komentar.
- Dimohon untuk tidak melakukan spam
- Berkomentarlah secara etis
- Mohon maaf apabila kami tidak sempat membalas komentar Anda
- Terimakasih atas komentar Anda yang bernilai