Contoh Naskah Drama Tentang Kehidupan

Tentunya banyak inspirasi yang bisa anda angkat sebagai ide dasar naskah drama anda. Berikut adalah salah satu contoh naskah drama tentang kehidupan, sebagai bahan masukkan untuk anda. Kehidupan yang tidak dapat diduga, yang mana merupakan rahasia dari sang Pencipta membuat kkita untuk senantiasa berikhtiar. Banyak orang yang telah sukses merubah nasibnya, maka banyak cerita yang bisa kita angkat menjadi drama untuk memberikan pembelajaran atau nasehat. Kepada banyak orang di sekitar kita.

Sinopsis

Kehidupan kita memang tidak bisa diduga garis nasibnya, namun meskipun demikian sudah sewajarnya kita senantiasa berusaha yang terbaik. Sehingga kehidupan kita juga akan mendapatkan yang terbaik pula. Kerja keras dan semangat sangat diperlukan untuk bisa sukses, baik sukses secara nalar berfikir, maupun kesuksesan secara finansial. Anda yang memiliki bakat untuk membuat naskah drama, yang mana mengambil tema tentang kehidupan.

Berikut naskah drama yang bertemakan kehidupan:

Tema : Kehidupan
Judul :
Pemeran :
- Rafida
- Brandy
- Sidqia
- Pedagang buah

Naskah drama

Suatu pagi yang cerah, memberikan perasaan sebaliknya pada rafida sebab sedang mengalami masalah klasik anak rantauan. Yakni selalu mengalami keuangan yang menipis setiap menjelang akhir bulan. Hal ini sayangnya selalu rutin untuk dialami oleh Rafida, yang sudah bekerja namun belum mampu mengelola keuangannya sendiri. Sehingga sering mengalami kendala gali lubang tutup lubang. Herannya uang habis bukan untuk mencukupi kebutuhan dasar seperti kost dan makan setiap harinya, melainkan untuk dikeluarkan di salon kecantikan dan distro baju. Kegemarannya ini tentu mendatangkan akibat bagi dirinya sendiri, saat pagi ini smeuanya nampak semakin terasa.
Akhirnya ia meraih ponsel pintarnya, kemudian menelfon sahabat karibnya yang selalu menjadi koperasi tempat ia meminjam dana segar siap pakai. Ialah Sidqia.

Rafida: ”Mbak, bisa minta tolong pinjami uang? Nanti usai gajian tak kembalikan..”
Sidqia: ”Mau pinjam berapa?”
Rafida: ”500 ribu ada?”
Sidqia: “Wah, kalau segitu aku gak ada. Aku adanya 300 ribu, sisanya kamu pinjam di tempat lain saja. coba ke Brandy saja, mungkin dia punya..”
Rafida: “Aduh... tapi ok lah.. makasih, nanti tak telfon si Brandy..”
Selang beberapa lama rafida akhirnya menelfon si Brandy, yang pagi itu sedang duduk santai di meja belajarnya. Bukan sedang belajar namun sedang bermain game online di PC kamar kostnya.
Brandy: “Hallo..”
Rafida: “Halo Brand, mau minta tolong nih..”
Brandy: “Pinjam uang lagi..?”
Rafida: “Ih... kok tahu, perhatian berarti..??”
Brandy: “Bah... macam mana aku perhatian, lhawong kamu kalau telepon aku pasti mau ngutang uang. Gak akan ada yang lainnya...”
Rafida: “Hahaha... masa sih? Gak juga ah, nie lagi kepepet soalnya..”
Brandy: “Kepepet kok terus, ngepet aja sana..”
Rafida: “Huss... jangan bilang begitu, kan dosa!”
Brandy: “Iya deh sorry, lha gimana mau pinjam berapa lagi sekarang?”
Rafida: “Kalau pinjam 200 ribu ada?”
Brandy: “Tapi buat apa dulu nih uangnya?”
Rafida: “Kok pakai acara konfirmasi segala..?”
Brandy: “Ya iyalah, aku dapat uang kan dengan usaha. Masa ada yang minta tak kasih aja”
Rafida: “Aku gak minta, tapi pinjam. Kan beda konteksnya, kalau minta gak ada istilah dikembalikan. Sedangkan kalau pinjam, suatu saat akan dikembalikan kalau sudah ada gantinya..”
Brandy: “Iya tahu, masalahnya uang kamu habis untuk hal yang tidak perlu kan jadinya malas membantu. Mending kamu coba cari kerjaan sampingan deh. Kerja apa gitu, yang bisa disambi sama kerjaan kamu. Jadi ada uang untuk have fun, sementara gaji bulanan kaum jadikan sebagai dana pemenuh keutuhan. Gitu..”
Rafida: “Ngomong sih gampang, jalaninnya yang sulit!”
Brandy: “Gak ada yang sulit kalau kamu mau mencoba. Liha donk si Sidqia dia itu kan kuliah sambil kerja. Darimana coba uang bulanan kuliahnya? Ya dari kerjaanya dia selama ini. masa kamu gak kepingin? Padahal kamu gak punya tanggungan apa-apa, beda sama Sidqia, namun dia bisa memberikan kamu pinjaman uang.. iya to..?”

Mendengar komentar panjang tersebut, Rafida hanya bisa menggigit bibir bawahnya ada rasa malu dan sungkan kepada diri seorang Sidqia. Seseorang yang telah lama menjadi sahabatnya, ia tahu betul perjuanagn apa saja yang sudah dilakukan oleh Sdqia. Hingga detik ini, sayangnya ia tidak pernah mampu membantu baik dari tenaga, pikiran, apalagi keuangan. Tapi justru sebaliknya lah yang terjadi.

Merasa malu yang dibarengi rasa suntuk, akhirnya Rafida memutuskan untuk pergi keluar mencari minuman segar. Sampai di pertigaan gang kost miliknya, ia membeli buah apel Malang segar, yang terkenal akan rasanya yang khas. Perpaduan antara manis sekaligs asam yang menjadi maskot kota Malang.

Rafida: “Berapa apelnya sekilo pak?”
Pedagang buah: “17.000 mbak..”
Rafida: “Alamak,, mahal amat pak, gak 10.000 saja?”
Pedagang buah: “Rugilah mbak, saya kulakannya kan dari pusatnya sudah 16.000.”
Rafida: “Masa sie pak? Ya sudah ambil setengah kilo saja..”
Pedagang buah: “Sipp mbak silahkan pilih.”

Usai membeli buah apel yang terlihat segar dan ranum tersebut, Rafida melaju sepeda maticnya ke tempat Sidqia. Sesampainya di sana seperti biasanya, seulas senyum menyambut kedatangan ratu boros Rafida ini.

Rafida: “Pagi sob..”
Sidqia: “Pagi juga, wah tumben pagi-pagi sudah kesini. Sudah butuh banget ya uangnya. Kalau iya, antar ke mesin ATM, soalnya uangku masih di ATM Raf..”
Rafida: “Soal uang itu nanti saja, ada yang perlu aku bicarakan.”
Sidqia seketika merasa heran, baru kali ini ia melihat temannya ratu salon satu ini membicarakan hal yang serius. Sebab tersirat dari raut wajah, serta bahasa tubuh yang tidak biasa dari sahabatnya ini.
Rafida: “Aku mau buka bisnis.”
Sidqia: “Bisnis apa?”
Rafida: “Lihat buah ini? buah ini akan menjadi ladang utama bisnis yang akan aku rintis. Aku ingin membuat kue pie apel, dengan bahan dasar apel Malang. Kan teman-teman kantor dan kost kita kebanyakan menyukai pie apel, dan rasa buah lainnya. Untuk awal aku mau buat pie rasa apel. Selebihnya kalau sudah ramai bisa mencoba rasa lainnya..”

Sidqia meneteskan air mata, air mata bahagia mendapati perubahan besar dalam diri Rafida. Sosok yang selama ini hanya bisa menghabiskan uang, kini ingin membuka usaha. Sidqia berarap usahanya bisa lancar dan berkembang, sehingga Rafida benar-benar tumbuh dewasa, tidak hanya dari segi fisik dan usia, namun juga dari segi pola berpikirnya.

Baca teks drama lainnya:


Demikianlah contoh naskah drama tentang kehidupan yang dapat dihadirkan kepada anda, meskipun sederhana semoga bisa menjadi inspirasi untuk anda. Kehidupan penuh dengan pembelajaran, adalah tugas kita untuk menyikapi apa-apa yang terjadi di sekitar kita. Sehingga mampu menjadikan hidup lebih berwarna dan penuh makna. Hidup hanya sekali, maka isilah dengan hal-hal yang bermanfaat, agar ke depan kita senantiasa bangga.
Referensi contoh naskah drama » contohskripdrama.blogspot.com

Post title: Contoh Naskah Drama Tentang Kehidupan
Written by: Lika Amalia

Apabila Anda ingin copy-paste artikel, dimohon dengan sangat untuk menyertakan link yang menuju ke laman artikel Contoh Naskah Drama Tentang Kehidupan ini.

Jika artikel diatas bermanfaat, silakan like/bagikan dengan teman Anda di social media dengan menggunakan widget share dibawah ini.

0 Response to "Contoh Naskah Drama Tentang Kehidupan"

Poskan Komentar

Silakan tinggalkan komentar / pesan!

- Dilarang meninggalkan link aktif pada kolom komentar.
- Dimohon untuk tidak melakukan spam
- Berkomentarlah secara etis
- Mohon maaf apabila kami tidak sempat membalas komentar Anda
- Terimakasih atas komentar Anda yang bernilai