loading...

Contoh Naskah Drama Tentang Cita-cita

loading...
Berbicara mengenai cita-cita, tentu sangatlah luas dan tidak ada batasnya. Sama halnya dengan perasaan seseorang, cita-cita bisa saja berubah dari waktu ke waktu. Tetapi cita-cita yang mantap dan diyakini akan menjadi satu tujuan utama hidup yang akan terus dikejar tanpa henti. Seperti kisah dari contoh naskah drama tentang cita-cita di bawah ini.

Sinopsis Drama

Bermula dari penyakit kronis yang merasuki dan berhasil merampas nyawa Ayahnya, Rasta selalu berharap akan ada keajaiban untuk mengulang kejadian tersebut dan melakukan tindakan untuk mengobati sang Ayah. Tapi apa mau dikata, ketika hal tersebut berlangsung Rasta masih berusia 7 tahun dan baru akan naik kelas 2 sekolah dasar. Bersama Ibunya, Rasta hanya bisa pasrah akan keadaan dan berharap suatu saat nanti ia akan menjadi seorang dokter yang professional dan mampu mengobati semua macam penyakit, khususnya penyakit kronis yang diderita Ayahnya seperti saat itu.

Judul

Mengejar Cita Di Balik Impian Rasta

Tema

Perjuangan seorang anak muda dalam meraih mimpi dan cita-citanya.

Tokoh dan Perwatakan

Rasta : Pekerja keras dan pantang menyerah
Ibu : Tegar
Leoni : Baik hati
Pa Choki: Ramah

Naskah Drama

Masa SMA akan berakhir dan Rasta tak pernah memupuskan keinginannya untuk menggapai impian masa kecilnya.

Rasta :Bu, doakan aku ya sebentar lagi Ujian Nasional tiba.
Ibu :Tentu nak, Ibu selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu supaya apa yang kamu inginkan, niat baik yang ingin kamu amalkan bisa berjalan tanpa hambatan.
Rasta :Iya, terimakasih banyak, Bu. Aku bukan apa-apa tanpa Ibu dan mendiang Ayah. Aku akan selalu belajar dan berdoa agar suatu saat nanti aku bisa membahagiakan Ayah dan Ibu.
Ibu :Nah, itu baru anak Ibu yang cantik dan pintar.
Rasta :Ah Ibu, aku kan jadi malu Bu.

Setelah kejadian yang merenggut nyawa Ayahnya berlalu, Rasta menjadi anak yang penuh obsesi dalam menggapai impian dan tekadnya. Sang Ibu yang setia dan tegar selalu menyemangati agar Rasta bisa berjuang pada semua yang menjadi impian terbesarnya. Dalam hati kecil Ibu, yang diinginkan hanya satu yaitu Rasta menjadi anak yang baik dan bersyukur atas apa yang dimilikinya saat ini.

Suatu ketika setelah Ujian Nasional berakhir…

Pa Choki:Rasta! Tunggu sebentar!
Rasta :Iya ada apa Pa?
Pa Choki:Bisa ke ruangan saya? Ada hal penting yang harus saya tanyakan.
Rasta :Baik, Pa.

Rasta terkejut dipanggil ke ruang guru oleh wali kelasnya, yaitu Pa Choki. Tanpa basa-basi, Pa Chokipun langsung menanyakan hal yang ingin beliau bicarakan.

Pa Choki:Rasta, setelah lulus SMA, apa yang akan kamu lakukan? Pasti melanjutkan kuliah kan?
Rasta :Iya Pa, saya ingin kuliah, tapi…
Pa Choki:Tapi kenapa?
Rasta :Ada banyak hal yang harus saya pertimbangkan.
Pa Choki:Memangnya ada apa? Bukankah kamu ingin menjadi dokter? Kamu mempunyai potensi yang besar, sayang jika disia-siakan begitu saja.
Rasta :Iya Pa, terimakasih.
Pa Choki:Niat saya hanya ingin menyemangatkan kamu agar melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah dan menggapai semua yang kamu impikan.
Rasta :Iya Pa, terimakasih atas masukan dan supportnya. Saya permisi dulu.
Pa Choki:Iya, baiklah. Jika butuh bantuan, Bapak siap membantu. Kamu jangan sungkan ya.
Rasta :Baik, Pa.

Setelah percakapan di ruang guru tadi, pikiran Rasta seolah-olah dilanda kebingungan yang amat berat. Sebab, setelah ditinggal Ayahnya, Ibu selalu berjuang memenuhi kebutuhan sekolah Rasta. Iapun langsung berpikiran untuk bercerita pada Leoni, sahabat sejak ia kecil.

Leoni :Kamu kenapa Ta? Ada masalah ya?
Rasta :Iya Le, kok kamu tau?
Leoni :Ya aku kan kenal kamu dari dulu, mana mungkin aku gak bisa baca pikiran kamu.
Rasta :Hehe iya sih.
Leoni :Hayo kamu kenapa?
Rasta :Jadi gini, aku lagi bingung mau kuliah atau enggak. Aku gak tega lihat Ibu kerja banting tulang penuhin kebutuhan aku. Di satu sisi, aku ingin bantu Ibu untuk kerja, tapi di sisi lain aku ingin kuliah supaya cita-citaku tercapai. Menurut kamu gimana?
Leoni :Sebagai sahabat, aku sangat ingin kamu lanjutkan mimpi dan cita-cita kamu. Jadi saran aku, coba kamu diskusi sama Ibu. Aku yakin Ibu kamu akan support impian kamu, Ta. Karena tujuan kamu pengen jadi dokter supaya Ibu dan Almarhum Ayah kamu bangga kan?
Rasta :Iya Le, kamu bener! Makasih banyak ya. Kamu memang sahabat yang paling…
Leoni :Paling apa? Cantik? Pinter? Ya iyalah.
Rasta :Haha iya, iya segala-galanya deh!

Mendapat masukan dan saran yang bagus dari Leoni, Rasta tak pikir panjang untuk menemui Ibu dan membicarakan semuanya. Tapi sayang, nampaknya Ibu dalam kondisi yang sedang tidak sehat. Mungkin kecapean karena seharian berkerja. Melihat hal itu, Rasta mengurungkan niatnya untuk membicarakan soal keinginannya kuliah. Dan keesokan harinya…

Pa Choki:Ta, saya sudah mendaftarkan kamu untuk mendapat beasiswa kedokteran. Siapkan untuk tes minggu depan ya!
Rasta :Sungguh Pa? Terimakasih banyak! Saya akan berusaha sungguh-sungguh dan tidak mengecewakan Bapak.
Pa Choki:Iya sama-sama. Kamu belajar yang tekun ya, supaya kenginan kamu untuk kuliah bisa tercapai.
Rasta :Itu pasti, Pa!

Tak disangka beasiswa kuliah kedokteran diperoleh Rasta dan hasil UNpun menunjukkan bahwa ia mendapat nilai terbaik di sekolahnya. Kabar gembira ini disambut antusias oleh Ibu, Pa Choki dan Leoni.

Rasta :Terimakasih banyak, Bu. Berkat doa Ibu, aku bisa ada di posisi seperti ini dan karena perjuangan Ibu, aku bisa sampai di sini. Terimakasih banyak, Bu.
Ibu :Sama-sama nak. Itu sudah menjadi tugas Ibu untuk selalu mendukung dan mendoakan kamu. Hasil akhir ditentukan oleh Tuhan asalkan kita berusaha.
Rasta :Iya Bu, aku akan berjuang untuk membuat Ibu dan Ayah bangga.
Leoni :Wah selamat ya Ta. Aku salut sama kamu!
Rasta :Makasih ya Le, kamu juga hebat bisa lulus dan masuk di PTN yang kamu mau.
Pa Choki:Selamat ya, Rasta, Leoni. Kalian memang murid cerdas yang layak mendapat kesempatan untuk meraih semua impian kalian masing-masing.
Leoni :Iya terimakasih Pa, berkat bantuan dan pengajaran dari Bapak, kita bisa seperti ini.
Rasta :Terimakasih banyak ya Pa.
Pa Choki:Iya sama-sama. Terus berjuang ya!

Sejak hari kelulusan itu, Rasta tak henti menggali ilmu dan serius menggeluti kuliah kedokteran yang ia jalani. Tak disangka iapun bisa sekaligus menjadi asisten dosen di tempatnya kuliah. Dengan begitu, cita-cita menjadi dokter sambil membantu Ibu menambah penghasilan bisa dilakukan secara sekaligus.

Baca skrip drama lainnya:


Sungguh perjuangan dari contoh naskah drama tentang cita-cita yang patut dicontoh dan menjadi inspirasi bagi siapa saja. Keinginan dan tekad kuat dalam meraih cita-cita harus berjalan seimbang dengan usaha dan doa yang dilakukan. Dengan begitu, impian yang diinginkan bukan lagi sekedar angan belaka, tetapi menjadi suatu tujuan hidup yang pasti dan juga indah pada waktunya.

loading...

loading...
Referensi contoh naskah drama » contohskripdrama.blogspot.com

Post title: Contoh Naskah Drama Tentang Cita-cita
Written by: Lika Amalia

Apabila Anda ingin copy-paste artikel, dimohon dengan sangat untuk menyertakan link yang menuju ke laman artikel Contoh Naskah Drama Tentang Cita-cita ini.

Jika artikel diatas bermanfaat, silakan like/bagikan dengan teman Anda di social media dengan menggunakan widget share dibawah ini.

2 Responses to "Contoh Naskah Drama Tentang Cita-cita"

Silakan tinggalkan komentar / pesan!

- Dilarang meninggalkan link aktif pada kolom komentar.
- Dimohon untuk tidak melakukan spam
- Berkomentarlah secara etis
- Mohon maaf apabila kami tidak sempat membalas komentar Anda
- Terimakasih atas komentar Anda yang bernilai