Contoh Naskah Drama Patuh Pada Orangtua

Menunjukkan rasa hormat dan sayang kepada kedua orang tua harus selalu dilakukan setiap saat. Sebab, tak ada hal yang paling membahagiakan selain melihat orang tua merasa bahagia. Namun sayangnya, ada banyak anak yang kurang peduli bahkan berperilaku tidak sopan kepada orang tuanya. Contoh naskah drama patuh pada orangtua di bawah ini adalah salah satu referensi yang bisa dijadikan motivasi untuk bersikap lebih santun kepada orang tua yang menyayangi kita setiap saat.

Sinopsis Drama

Namanya Atun, anak sepasang asisten rumah tangga yang rendah hati dan sangat menyayangi kedua orang tuanya. Meski ia terlahir dari keluarga yang tergolong tidak mampu, tetapi Atun tidak pernah mengeluh apalagi protes terhadap kedua Ibu dan Bapaknya atas kehidupan yang ia alami sejak kecil dan hingga saat ini. Sikapnya sangat jauh berbeda dengan anak dari majikan Ibu dan Bapak Atun, yaitu Viona. Hidup berkecukupan dan selalu dimanja tak lantas membuatnya sopan kepada orang tua.

Judul

Belajar Santun Dari Atun

Tema

Pentingnya sikap sopan dan santun seorang anak kepada kedua orang tua.

Latar Tempat

Rumah Viona (majikan Ibu dan Bapak Atun)

Tokoh dan Perwatakan

Atun : Sopan dan patuh terhadap orang tua
Viona : Kasar dan tidak sopan
Bu Tuti : Baik hati (Ibu Atun)
Pak Opi : Penyayang (Bapak Atun)
Bu Nona: Sabar (Mami Viona)

Naskah Drama

Suatu hari di sebuah rumah mewah, terdengar kegaduhan yang sangat mengganggu telinga.

Viona :Mii!!! Mamii!!! (teriak dari kamar tidur)
Bu Nona:Iya kenapa sayang? Kamu kok pagi-pagi udah teriak-teriak aja?
Viona :Sarapan aku mana? Seragam aku mana? Nanti aku telat nih!!!
Bu Nona:Duh sayang, kamu kan sudah besar harusnya siapkan semua kebutuhan kamu sendiri.
Viona :Ih Mami nyebelin banget sih! Yaudah aku gak mau sekolah! Titik!!!
Bu Nona:Janganlah, sayang. Yaudah tunggu sebentar ya, Mami siapkan dulu.
Viona :Nah gitu kek daritadi.

Setiap mengetahui perilaku anak majikannya, Bu Tuti dan Pak Opi yang berkerja di rumah itu selalu bersyukur karena telah dikaruniai anak yang sopan kepada mereka, tidak seperti Viona. Dan di sudut dapur ketika Bu Nona menyiapkan sarapan untuk Viona, Atun segera menghampiri dan menawarkan bantuan. Sebagai anak pembantu di rumah itu, Atun selalu tidak tega melihatnya.

Atun :Sini, Bu saya bantu.
Bu Nona:Gak usah Tun, ayo kamu siap-siap berangkat sekolah takutnya kesiangan.
Bu Tuti :Sudah Bu, biar saya yang kerjakan semuanya. Ibu istirahat saja, ini sudah kewajiban saya di sini.
Bu Nona:Oh iya. Terimakasih ya, Mbok. Saya mau ke kamar Viona dulu.
Bu Tuti :Iya sama-sama, Bu.

Tak lama kemudian, Atun bertanya kepada Ibunya.

Atun :Bu, Viona kenapa bersikap seperti itu ya pada Ibunya?
Bu Tuti :Sejak dulu kan kamu juga sudah tau, sikap Viona memang seperti itu.
Atun :Tapi Bu, gak seharusnya ia bersikap seperti itu. Padahal Bu Nona kan baik ya, Bu.
Bu Tuti :Iya betul. Oh iya kamu kan harus berangkat sekolah, Tun. Belajar yang rajin, jangan nakal di sekolah.
Atun :Iya Bu, Atun pamit dulu ya. Assalamualaikum.
Bu Tuti :Waalaikumsalam.

Antara Atun dan Viona, terlihat perbedaan yang sangat kontras. Atun yang sangat sopan, sedangkan Viona yang sama sekali tidak berperilaku wajar terhadap Ibunya. Namun sesuatu yang tidak disangka-sangka terjadi. Bu Tuti jatuh sakit tak sadarkan diri dan harus dirawat di rumah sakit.

Pa Opi :Bu, istirahat yang cukup. Jangan memikirkan hal-hal lain dulu. Utamakan kesehatan Ibu.
Atun :Iya, Bu. Atun sedih lihat kondisi Ibu sekarang. (sambil menangis di sebelah Ibunya)
Bu Nona:Pak Opi, Atun… Kita hanya bisa berdoa dan berusaha demi kesembuhan Bu Tuti. Harus tawakal dan berserah pada Allah.
Pa Opi :Iya Bu, terimakasih atas bantuan Ibu selama ini. Saya sangat berhutang budi.
Bu Nona: Sudahlah Pak, saya menganggap kita sudah seperti saudara. Tidak usah berpikiran seperti itu.
Atun :Terimakasih banyak Bu, saya janji akan lakukan semua kerjaan rumah selama Ibu saya sakit.
Bu Nona:Tenang saja, Atun. Tapi sekolah kamu jangan sampai terganggu ya.
Atun :Iya, Bu. Terimakasih.
Bu Nona:Iya sama-sama. Kamu sudah Ibu anggap sama seperti Viona, seperti anak Ibu sendiri.

Dalam hati, Bu Nona selalu berharap bahwa Viona menjadi anak yang sopan dan baik seperti Atun. Meski selalu diperlakukan dengan tidak layak oleh anak satu-satunya, Bu Nona tak pernah berhenti untuk mendoakan hal yang terbaik untuk Viona. Selama Bu Tuti sakit, Atun selalu mengerjakan semua pekerjaan Ibunya di rumah tersebut dengan sangat baik. Setelah selesai merapihkan rumah, Atun pergi ke rumah sakit untuk bermalam menemani Ibunya. Padahal esok hari, Atun harus kembali ke sekolah. Tanpa disadari Atun, Viona selalu membuntuti kegiatannya dari belakang.

Viona :Tun! Tunggu Tun!
Atun :Mba Vio, kok ada di sini? Mau ke mana? Ini kan sudah malam.
Viona :Kamu mau bantuin aku gak?
Atun :Bantu apa? Selama aku bisa, insyaallah aku pasti bantuin kamu.
Viona :Sebelumnya aku mau tanya, apa kamu pernah bentak-bentak ibu atau bapak kamu?
Atun :Bukannya mau sombong atau membanggakan diri, tapi aku gak pernah berani untuk bersikap seperti itu, Viona. Bagi aku, Ibu dan Bapak adalah sosok yang sangat berarti, aku gak mungkin melawan apalagi sampai membentak mereka. Kok kamu tiba-tiba tanya seperti itu?
Viona :Jadi gini, aku sadar kalo sikap aku selalu gak sopan sama Mami. Aku nyesel, aku pengen kayak kamu. Sayang sama orang tua, sopan, patuh dan aku salut sama kamu. Kamu mau kan bantu aku buat berubah?
Atun :Ya tentu, aku senang dengarnya.
Viona :Oke, rencananya aku mau minta maaf dulu sama Mami. Kamu tau gak toko bunga yang bagus di mana? Besok temenin aku ya, supaya surprise jadinya.
Atun :Iya, aku tau. Nanti aku temenin kamu.
Viona :Makasih ya Tun, kamu memang baik. Bi Tuti dan Mang Opi kamu pasti bangga punya anak seperti kamu.
Atun :Iya sama-sama Vi, kamu bisa aja.

Sejak hari itu, doa Bu Nona seolah-olah terjawab. Kini Viona menjadi anak yang patuh dan sangat menyayanginya. Tak lama beberapa hari berlalu, Bu Tutipun siuman dan sembuh dari sakitnya. Atun dan Pak Opi merasa bahagia dan bisa kembali menjalani hidup yang lebih membahagiakan bersama-sama.

Baca contoh dialog drama lainnya:


Itulah salah satu contoh naskah drama patuh pada orangtua berjudul “Belajar santun dari Atun” yang mencerminkan realita kehidupan tentang betapa pentingnya rasa sayang dan sikap hormat kepada kedua orang tua yang telah membesarkan tanpa memandang status atau kondisi keluarga. Jadi sangat diharapkan naskah drama dan kandungan cerita di dalamnya bisa menginspirasi serta memberikan manfaat untuk kita semua.

Referensi contoh naskah drama » contohskripdrama.blogspot.com

Post title: Contoh Naskah Drama Patuh Pada Orangtua
Written by: Lika Amalia

Apabila Anda ingin copy-paste artikel, dimohon dengan sangat untuk menyertakan link yang menuju ke laman artikel Contoh Naskah Drama Patuh Pada Orangtua ini.

Jika artikel diatas bermanfaat, silakan like/bagikan dengan teman Anda di social media dengan menggunakan widget share dibawah ini.

2 Responses to "Contoh Naskah Drama Patuh Pada Orangtua"

  1. kurang greget, mestinya ada adegan wow antara viona sama si atun/ibunya viona haha biar kayak FTV2 Indosiar gitu haha, Tapi segini udah bagus kok, muehehhe

    BalasHapus

Silakan tinggalkan komentar / pesan!

- Dilarang meninggalkan link aktif pada kolom komentar.
- Dimohon untuk tidak melakukan spam
- Berkomentarlah secara etis
- Mohon maaf apabila kami tidak sempat membalas komentar Anda
- Terimakasih atas komentar Anda yang bernilai

close